top 100

1 : http://bisnisukm.com/bisnis-fotocopy-tetap-menjanjikan.html
2 : http://www.jualfotocopy.com/
3 : http://mesinfotocopy.com/
4 : http://mesinfotocopy.com/info/mesin-fotocopy-copystar.html
5 : http://id-id.facebook.com/pages/...Fotocopy/116567455034388
6 : http://www.facebook.com/pages/...Fotocopy.../182467398488305
7 : http://www.vanectro.com/bisnis-fotocopy
8 : http://www.vanectro.com/foto-copy
9 : http://www.vanectro.com/
10 : http://globalfotocopy.com/
11 : http://globalfotocopy.com/catalog-daftar-harga-fotocopy-canon/
12 : http://www.infobisnispurwokerto.com/...fotocopy/jual-mesin-fotocopy-canon-harga-mesin-fotocopy/
13 : http://www.jualmesinfotocopy.com/
14 : http://solusindojayaabadi.com/
15 : http://selarasutamaraya.com/
16 : http://www.no1-office.com/about-us.html
17 : http://pusat-mesinfotocopy.com/
18 : http://fotocopy-canon.com/
19 : http://en.wikipedia.org/wiki/Photocopier
20 : http://mesinfotocopyrekondisi.com/
21 : http://birokrasi.kompasiana.com/.../foke-tidak-mampu-beli-mesin-foto-copy/
22 : http://iklan.pikiran-rakyat.com/category/kategori-iklan-baris/fotocopy
23 : http://mulyafotocopy.com/
24 : http://www.olx.co.id/q/fotocopy/c-366
25 : http://mesin-fotokopi.blogspot.com/
26 : http://fotocopyy.wordpress.com/
27 : http://www.inilahjabar.com/.../2-siswa-kehilangan-waktu-karena-naskah-foto-copy
28 : http://www.ptudm.com/
29 : http://rzlfotocopy.com/
30 : http://id.88db.com/Peluang-Bisnis/Peluang-Usaha-Kerja.../ad-256214/
31 : http://tv.detik.com/read/.../panitia-un-foto-copy-soal
32 : http://kabarsukses.com/cara-membuat-usaha-foto-copy-dan-alat-tulis-kantor.html
33 : http://www.detiknews.com/read/2012/01/20/174157/1821417/10/?...
34 : http://www.daxell.com/fotocopy/sewa_fotocopy.htm
35 : http://elektronik-konsumen.tokobagus.com/mesin-kopi-pengganda/
36 : http://www.youtube.com/watch?v=JhzZ0arLAbo
37 : http://m.inilah.com/.../2-siswa-kehilangan-waktu-karena-naskah-foto-copy
38 : http://alamatku.com/direktori/foto-copy-sumber-agung
39 : http://www.rajafotocopy.com/
40 : http://wikimapia.org/11544332/id/sinar-foto-copy
41 : http://who.pho.to/jual_mesin_photo_copy_malang.html
42 : http://www.sewafotocopy.net/
43 : http://website.informer.com/terms/Service_Foto_Copy
44 : http://www.ceriamultimedia.com/sewa_fotocopy.html
45 : http://ptmicostarkaryagraha.indonetwork.co.id/.../mesin-fotocopy-kyocera-copystar.htm
46 : http://www.bekas.com/.../roha-mesin-fotocopy-built-kondisi-90-bergaransi-1-tahun
47 : http://www.lib.uin-suka.ac.id/fasilitas-perpustakaan/foto-copy.html
48 : http://harapanmulia.com/
49 : http://28jaya.com/?fotocopy,35
50 : http://mesinfotocopycanon.blogspot.com/
51 : http://iklanbaris.poskota.co.id/archives/283651
52 : http://bursa88.com/graphic/foto-kopi/
53 : http://telpon.info/.../fotokopi/katalog343-mesin-fotocopy-ricoh-mpc-2050.html
54 : http://https://plus.google.com/111009295018592325111
55 : http://www.tokojadi.net/index.../46-toner-photo-copy-megatone.html
56 : http://thedomainfo.com/sewa/sewa_mesin_fotocopy/
57 : http://www.fotocopypanorama.com/
58 : http://twitter.com/FC_MUNCUL
59 : http://www.victorynewsmedia.com/berita-4188-tiga-sekolah-gunakan--ljk-foto-copy.html
60 : http://www.jualmesinfotocopycanon.com/
61 : http://www.universalforum.info/.../harga-foto-copy-hitech-mall-surabaya.html
62 : http://www.iklanbarisgue.com/kredit-fotocopy-toner-fotocopy-xerox-021-91687444-082123593593/
63 : http://www.anneahira.com/mesin-fotocopy.htm
64 : http://www.fotocopykevin.com/cara-pakai-sst-tool-canon/
65 : http://www.daxell.net/fotocopy/rental_fotocopy.htm
66 : http://funnyfacebook.org/.../saluran_udara_mesin_foto_copy_canon_np_6650.php
67 : http://informasi-usaha.com/peluang-usaha-fotocopy.htm
68 : http://www.forumpromosi.com/jual-sewa-fotocopy-xerox-canon-sharp-minolta/
69 : http://www.belummandi.com/2011/12/foto-copy-jualan-sembako.html
70 : http://mesinfotocopymurah.com/usaha-fotocopy.html
71 : http://www.atkshop.com/...foto-copy/...foto-copy/.../atk000026-kertas-foto-copy-a3-70-gr.html
72 : http://ads.solopos.com/category/foto-copy
73 : http://bncfotocopy.com/
74 : http://www.yellowpages.co.id/45-foto-copy/fotokopi-duplikat/676667
75 : http://www.kaskus.us/member.php?u=237945
76 : http://www.tumblr.com/tagged/ilham-fotocopy
77 : http://klik18.com/.../jual-toner-foto-copy-original-npg51npg32npg28/
78 : http://peluang-bisnis.infogue.com/mesin_digital_fotocopy_baru_super_murah_
79 : http://engineeringtown.com/kids/index.../149-sejarah-mesin-fotocopy
80 : http://www.velbak.com/
81 : http://www.scribd.com/doc/14710654/Proposal-Foto-Copy
82 : http://www.bisnis.com/.../investasi-industri-mesin-fotocopy-perlu-insentif
83 : http://theglobejournal.com/.../bbm-naik-ongkos-foto-copy-juga-naik/
84 : http://cahayasukses.wetpaint.com/.../Mesin+Photo+Copy+Konica+Minolta
85 : http://dir.groups.yahoo.com/group/forum-pajak/message/3743
86 : http://cikarang.biz/jualsewa-mesin-fotocopy-canon.html
87 : http://www.insanpintar.com/usaha-foto-copy/
88 : http://www.berniaga.com/Mesin+fax+foto+copy+telephone+brother+personal+fax-9372365.htm
89 : http://www.rajarental.com/sewa_fotocopy.html
90 : http://www.lkpp.go.id/v2/lelanglkpp-detail.php?id=4810444273
91 : http://layananinternet.com/post-list/perusahaan-jasa-foto-copy.html
92 : http://pusathki.uii.ac.id/.../fotocopy-buku-untuk-pendidikan.html
93 : http://www.savevid.com/.../fotocopy-canon-np6050-ir5000-ir6000-ir7000-copier-cara-service.html
94 : http://www.iklan1.com/.../jual-brother-mfc-8880-dn-mesin-fotocopy-print-scan-fax.html
95 : http://https://foursquare.com/v/...fotocopy/4dd502f4183859a589af3f60
96 : http://www.ciputraentrepreneurship.com/.../9634-melipat-ganda-pendapatan-dengan-bisnis-fotocopy.html
97 : http://portal-nasional.com/?p=7372
98 : http://www.pragatcomic.com/pc/index.php/komik/komik-fotocopy
99 : http://newsalloy.com/tags/jual_foto_copy/
100 : http://jooble-id.com/search-lowongan.../kw-operator-mesin-fotocopy

Wonderful !!! Found ( 1 ) search results in top 100 SERPs

Benang kusut KBI yang sudah kelihatan ujungnya | panorama copy

Ada satu BUMN yang sebenarnya penting tapi bernama PT KBI: Kliring Berjangka Indonesia.
Bukan karena namanya itu yang salah tapi memang sejak mendapatkan izin operasional sebagai lembaga kliring berjangka lebih 10 tahun lalu, belum bisa menjalankan fungsinya.
Tugasnya sebenarnya mulia tapi memang berkelok-kelok jalannya. Misinya jelas, tapi kabur dalam pelaksanaannya.
KBI seharusnya mengurus "integritas perdagangan berjangka, pasar fisik komoditas, dan integritas informasi sistem resi gudang" tapi sampai hari ini baru 1 persen pelaksanaannya.
Sebenarnya kalau KBI sukses sungguh bisa ikut memajukan pertanian dan perkebunan kita. Petani kita tentu juga ikut menikmati. Kita pun tidak akan ketinggalan lagi. Semua negara maju menyelenggarakan perdagangan komoditi berjangka. Kita yang masih belum.
Dengan perdagangan komoditi berjangka ini fluktuasi harga produk pertanian bisa dicegah. Keluhan harga-harga hasil pertanian seperti jagung dan beras yang anjlok di musim panen bisa teratasi. Lalu-lintas fisik hasil pertanian juga tidak terlalu besar. Yang akan lebih mondar-mandir adalah angka-angka.
Yang lebih penting lagi, hasil-hasil pertanian itu sudah bisa dimonetisasi tidak lama setelah panen terjadi. Volume perdagangan kita menjadi melonjak. Perhitungan terhadap GDP juga bisa berubah.
Memang tidak gampang membuat sistem perdagangan komoditi ini berjalan. Direksi KBI sudah beberapa kali berganti tapi jalan juga belum bisa ditemukan. Ide begitu banyak di masa lalu tapi semuanya kuldesak.
Ada benang kusut yang harus diurai. Hari Minggu akhir Maret lalu diskusi benang kusut itu diadakan di ruang kerja saya di lantai 19 Kementerian BUMN. Hasilnya: kekusutan itu belum akan bisa diurai, tapi sudah kelihatan dari mana mulai menguraikannya.
Pertanyaan menggoda dalam diskusi itu: bagaimana KBI, sebagai perusahaan, bisa hidup lebih 10 tahun di tengah-tengah benang kusut seperti itu? Rupanya naluri manusia di mana-mana sama: harus bisa hidup.
Seperti apa pun keadaannya. Bagaimana pun caranya. Seberat apa pun kondisinya. Segersang apa pun lahannya. Naluri survival manusia inilah memang modal utama kehidupan.
Tidak terkecuali manusia Surdiyanto Suryodarmodjo yang kini menjabat Direktur Utama PT KBI itu. Sus, begitu panggilannya, sebenarnya sudah berusaha menghidup-hidupkan perdagangan komoditi berjangka. Berbagai cara dia lakukan. Berbagai upaya dia tempuh.
Tapi karena syarat-syarat hidupnya perdagangan komoditi berjangka itu banyak, tidak mudah menyatukannya. Bayangkan ada 11 lembaga di luar KBI yang juga harus berjalan kalau mau KBI bisa berfungsi.
Perdagangan komoditi berjangka bisa berjalan baik manakala 12 lembaga ini bergerak bersama dalam satu irama. Ibarat sebuah mobil harus ada setirnya, gasnya, remnya, mesinnya, speedo meter-nya, gardannya, rodanya, dan jalan rayanya. Juga sopirnya dan bahan bakarnya. KBI hanyalah salah satu dari bagian itu.
Dalam sebuah sistem perdagangan berjangka, harus ada lembaga kliring, asuransi, bank penyelesaian, penjamin, penerbit sertifikat, penjaga mutu, pengelola gudang, sistem informasi real time, stand by seller, stand by buyer, dan harus ada BAPPEBTI (seperti BAPEPAM-nya pasar modal). Tentu harus ada penjual dan pembeli utama. Yakni mereka yang mau mengikatkan diri menjadi anggota KBI sekaligus anggota pasar fisik komoditas.
Persoalannya: bagaimana merangkai semua itu dalam satu proses. Salah satu saja tidak berfungsi, bubarlah sistem ini. Tidak berjalannya konsep resi gudang sebagai sarana untuk menolong petani beras kita, misalnya, antara lain karena memang secara keseluruhan system perdagangan komoditi berjangka ini belum berjalan.
Kalau Sus menunggu bersatunya 12 lembaga itu, bisa-bisa PT KBI mati duluan. Agar perusahaan terus hidup dan karyawannya bisa tetap memperoleh gaji, untuk sementara KBI menjalankan bisnis sampingan: perdagangan saham. Hasil main samping ini ternyata sangat lumayan.
Bisa-bisa PT KBI keasyikan main samping dan lupa permainan yang menjadi pokok tugasnya. Main-main ini bisa menghasilkan omset Rp 60 miliar/tahun dengan laba Rp 40 miliar.
Di satu pihak saya tentu sangat memuji naluri survival direksi KBI ini. Terima kasih Pak Sus! Anda pahlawan perusahaan dan pahlawan untuk karyawan-karyawan Anda! Di lain pihak tentu saya prihatin karena 99% aktivitas KBI masih di luar tugas pokoknya.
Yang juga menyenangkan adalah Sus masih terus kelihatan gelisah. Dia masih berpikir waras: kalau cara main samping ini diterus-teruskan, lantas apa bedanya KBI dengan perusahaan sekuritas. Dia juga gelisah: kapan KBI bisa berfungsi sesuai dengan bidang usahanya yang mulia itu.
Kesimpulan diskusi di hari Minggu itu sudah tepat: KBI tidak mungkin jalan tanpa pembenahan di bagian hulunya dulu. Hulunya yang harus disiapkan. Maka saya putuskan BUMN harus serius bergerak membenahi hulunya. Biarkan KBI tidak berjalan dulu. Biarkan KBI meneruskan permainan sampingnya dulu.
Dalam satu tahun ke depan pembenahan hulu harus selesai. Agar tidak banyak masalah, biarlah BUMN-BUMN pangan yang menyiapkan hulunya itu. Pelan-pelan, kalau pasar sudah terbiasa, swasta pasti ikut dengan sistem modern ini. Tiga program besar BUMN di bidang pangan, bisa sekaligus dijadikan hulu sistem perdagangan komoditi berjangka.
Program ProBeras BUMN harus sukses dulu. Demikian juga program Yarnen (bayar utang benih/pupuk BUMN saat panen), dan program perkebunan padi (pencetakan sawah baru) juga harus berhasil.
Jaringan mereka inilah nanti (termasuk pabrik-pabrik penggilingan beras) yang akan menjadi anggota KBI, sekaligus menjadi anggota pasar fisik komoditi.Kalau BUMN pangan calon-calon anggota KBI ini sudah eksis dan tertata, baru kita melangkah ke yang lebih hilir: pergudangan. Tanpa sistem pergudangan yang baik, tidak mungkin sistem perdagangan komoditi berjangka ini berjalan.
Semua komoditi harus masuk gudang. Bukan gudang biasa, tapi gudang bersertifikat. Sekarang ini, jangankan gudang bersertifikat, berapa potensi gudang yang tersedia saja masih belum terkoordinasi. Pergudangan kita harus jadi kekuatan ekonomi yang penting.
Senin lalu saya perlukan berkunjung ke Kalibaru Timur. Di situlah PT BGR (Bhanda Ghara Reksa) berkantor. Inilah BUMN yang bergerak di bidang pergudangan. BGR memiliki gudang sendiri sebanyak 160 buah, tapi seluruh gudang yang dikelolanya sebanyak 615 buah.
Ini belum cukup. Gudang-gudang milik BUMN lain harus dalam satu koordinasi. Misalnya gudang milik Bulog, gudang milik Pertani, dan gudang milik Pusri. Bahkan gudang-gudang milik pemerintah, seperti milik Kementerian Perdagangan, juga harus tergabung dalam sistem pergudangan nasional.
Kalau tahun ini sektor hulu sudah selesai ditata, giliran tahun depan sektor pergudangan menjadi fokus kita. Sertifikasi gudang harus diurus mulai tahun ini, agar tahun depan bisa mengikuti pola pergudangan yang sudah dipelopori PT BGR. Menurut Dirut PT BGR, Mulyanto, perbankan kita sudah mulai mengakui pentingnya peranan gudang bersertifikat dalam sistem pembiayaan nasional.
"Barang yang ada di gudang bersertifikat sudah bisa diagunkan. Kami tinggal mengeluarkan bukti simpan. Bukti simpan ini sudah menjadi surat berharga," kata Mulyanto.
Karena harus ada dua lini di hulu dan di tengah yang harus dikerjakan dengan serius dan tekun, rasanya sistem perdagangan komoditi berjangka baru bisa dikembangkan di tahun ketiga: 2014. Bersamaan dikembangkannya sistem resi gudang. Kita memang tidak sabar.
Tapi tanpa ketelatenan membenahi hulunya, sampai kapan pun sistem perdagangan komoditi tidak akan terwujud.
Jalan masih panjang, lorong-lorongnya berkelok-kelok, godaannya begitu banyak, tapi kalau langkah sudah diayunkan, tujuan akan tercapai.
Kecuali ada interpelasi.
Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Antre semen sebelum menyalip di tikungan Manufacturing Hope 19 | panorama copy



Saya berdiri di atas dermaga pelabuhan yang jauh menjorok ke laut. Saya hitung ada 13 kapal yang mengapung buang sauh di kejauhan sana. Kapal-kapal itu  menunggu giliran dipanggil merapat ke dermaga untuk mengisi semen. Mereka antre semen. Kapal-kapal itu lama sekali menunggu dan menunggu di tengah laut, ada yang sampai mengapung di tengah laut dua minggu.
Tidak jauh dari pelabuhan itu sebuah proyek baru lagi dikebut penyelesaiannya. Itulah proyek pembangunan pabrik semen unit 5 PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan. Antrean kapal seperti itu masih akan terus terjadi sampai pabrik baru itu bisa berproduksi. Lima bulan lagi.
Dengan pabrik baru ini Semen Tonasa bisa menambah kapasitas 3 juta ton lagi per tahun. Meski selama ini sebenarnya Semen Tonasa sudah mampu berproduksi 4 juta ton per tahun, rupanya belum mampu mengimbangi melonjaknya keperluan semen di Indoensia Timur.
Antrean kapal yang panjang itu memang menggambarkan banyak hal. Terjadi kekurangan semen yang luar biasa. Ini karena ekonomi lagi sangat baik. Di mana-mana orang membangun. Harga semen pun naik terus. Antrean kapal yang sampai dua minggu itu saja sudah menggambarkan bahwa biaya angkutan pasti meningkat.
Kalau pabrik baru Semen Tonasa sudah beroperasi, bisa dibayangkan sendiri: pembangunan akan semakin cepat di wilayah timur. Apalagi banyak sekali pembangkit listrik ukuran besar (untuk ukuran Indonesia Timur) selesai di tahun 2012 ini: 2x50 MW di Barru, 2x100 MW di Jeneponto, 150 MW PLTA di Poso, dan beberapa lagi. Dua bahan baku utama pembangunan, semen dan listrik, tidak akan jadi penghambat lagi.
Pabrik Semen Tonasa memang akan menjadi salah satu andalan pembangunan di wilayah timur. Setelah pabrik kelima ini beroperasi, harus segera diputuskan untuk membangun pabrik yang keenam. Cadangan bahan baku di Tonasa seperti tidak terbatas. Pabrik itu terletak di bibir gunung kapur yang menjadi bahan bakunya. Tidak perlu biaya pengangkutan sama sekali. “Bahan baku di sini bisa untuk keperluan ratusan tahun,” ujar M Sattar Taba, Dirut PT Semen Tonasa.
Penambahan kapasitas tidak hanya terjadi di Tonasa. Di Tuban, Jatim, Semen Gresik juga membangun pabrik baru. Bahkan sudah hampir beroperasi. Insya Allah bulan depan. Pemasangan mesin-mesin dan komisioning sudah selesai. Hari Kamis minggu lalu saya ke Tuban untuk menyaksikan penyalaan api pertama pabrik baru itu. Berarti dari Tuban akan ada tambahan semen tiga juta ton lagi per tahun. Total menjadi 13 juta ton semen diproduksi di Tuban.
Sebagai rasa syukur selesainya pembangunan pabrik unit 4 di Tuban ini, Dirut Semen Gresik Group Dwi Soetjipto mengadakan acara doa khusus. Dwi mengajak seluruh orang Tuban yang hafal Al Quran (hufadz) berkumpul di pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin desa Jarorejo untuk khataman. Di pesantren pimpinan KH Ashari inilah saya ikut acara khataman itu.
Grup Semen Gresik memang sedang ekspansi di segala penjuru Indonesia. Tidak hanya di Tuban dan Tonasa tapi juga di Sumatera. Perencanaan ekspansi di Padang sudah selesai. Dana sudah siap. Tinggal menyelesaikan masalah-masalah di daerah. Kalau pun ekspansi di Padang ini nanti terhambat, bisa saja dialihkan ke Aceh. Pokoknya harus di Sumatera. Untuk mendukung percepatan pembangunan di Sumatera yang sangat kaya ini.
Penentuan lokasi itu sudah harus diputuskan pertengahan tahun ini. Dana triliunan rupiah yang sudah disiapkan sayang kalau tidak diinvestasikan.
Investasi BUMN tidak boleh ditunda, apalagi dibatalkan. Ini untuk mengemban misi negara dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang harus terus meningkat. Di saat banyak negara mengalami kesulitan ekonomi, saatnyalah Indonesia siap-siap menyalip di tikungan.
Dengan investasi baru di Tuban dan Tonasa itu saja, Grup Semen Gresik sudah akan menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara.
Thailand sudah akan kita kalahkan beberapa bulan lagi. Siam Cement (Thailand) dengan kapasitas 25 juta ton per tahun, sudah akan disalip Semen Gresik dengan kapasitas 26 juta ton per tahun. Apalagi kalau proyek semen Padang atau Aceh bisa dilakukan.
Grup Semen Gresik memang punya kemampuan luar biasa untuk melakukan ekspansi. Unit 4 Semen Tuban itu misalnya, sama sekali tidak menggunakan dana dari bank. Semua menggunakan dana sendiri. Unit 5 Semen Tonasa yang semula direncakan 70% dana perbankan, tidak jadi dipakai seluruhnya.
Dengan terus melakukan investasi seperti itu, di segala bidang, pertumbuhan ekonomi akan terjaga. Ekonomi Indonesia harus terus berkembang di saat ekonomi dunia melesu. Kepercayaan diri kita sudah kuat untuk bisa satu per satu menyusul negara-negara lain dan bahkan melewatinya.
Apalagi ekonomi kita sudah mulai kebal terhadap gejolak politik. Heboh-heboh  politik ternyata sangat kecil pengaruhnya. Di saat seru-serunya demo BBM yang lalu, harga saham di pasar modal justru naik. Kalau investasi bisa terus dilakukan, target pertumbuhan ekonomi 6,5% akan tercapai. Ibarat balapan mobil, di saat pesaing lagi punya problem, Indonesia harus menginjak gas lebih dalam.
Ekspansi pabrik semen di Sumatera bukan hanya dilakukan grup Semen Gresik (kelak akan berganti nama menjadi Grup Semen Garuda). Tapi juga oleh BUMN lain: PT Semen Baturaja di Sumatera Selatan. PT Semen Baturaja, tahun ini go public. Punya kemampuan untuk ekspansi.
Semen Baturaja akan membangun pabrik yang kedua dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun. Harus dimulai tahun ini juga. Ini untuk memberikan dorongan perkembangan ekonomi Sumatera yang akan terus berkibar-kibar.
Apalagi tahun depan banyak sekali pembangkit listrik yang sudah jadi. Dua hambatan dasar terbesar untuk pembangunan teratasi. Jalan tol pun dimulai dibangun di Sumatera. Semua itu akan membuat pembangunan di Sumatera tidak akan bisa tertahan lagi.
Grup Semen Gresik memang sudah bisa menjadi contoh BUMN yang berkelas dunia. Bukan saja segera menjadi yang terbesar di Asia Tenggara tapi juga punya kesiapan berkembang di segala bidang. Bahkan sudah mampu membangun pabrik modern dengan cara swa kelola. Tidak perlu BOT, BOO, atau pun EPC. Unit 4 Semen Tuban dan unit 5 Semen Tonasa yang termodern itu, misalnya, dibangun sendiri oleh orang-orang Grup Semen Gresik. Untuk mencapai tahap ini, BUMN seperti Pertamina atau PLN pun masih tertinggal jauh.
Tak ayal bila harga saham Semen Gresik, heemmm, terus melejit. Rekor baru terus dipecahkan. Terakhir mencapai rekor Rp12.500 minggu lalu. Ini setara dengan Rp120.000 per lembar seandainya lembar sahamnya tidak dipecah-pecah menjadi 10 lembar beberapa waktu lalu.
Tiga-empat tahun lagi, rasanya, banyak BUMN yang mencapai tingkatan itu. Karena itu kalau selama ini kita dikenal sebagai negara yang “jual-jual-jual” BUMN ke asing, bisa jadi akan segera berubah menjadi “beli-beli-beli” di luar negeri. Tidak akan terjadi lagi privatisasi dengan cara lama: mencari strategic partner dari luar negeri. Kalau pun akan dilakukan strategic sale, pembeli strategisnya adalah BUMN sendiri!
Tentu kita tidak boleh terlalu menyalah-nyalahkan mengapa dulu kita melakukan “jual-jual-jual”. Kala itu negara kita memang lagi sangat lemah. Krisis ekonomi yang berat di tahun 1998, membuat pemerintah tidak memiliki anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan. Negara dalam keadaan terancam. Keseluruhan APBN kita, waktu itu, hanya Rp300 triliun. Alangkah kecilnya. Hanya sama dengan anggaran pendidikan kita tahun 2012 sekarang ini. Atau hanya sedikit lebih tinggi dari anggaran subsidi yang kita hebohkan dua minggu lalu.
Kini dengan kemampuan pemerintah yang begitu kuat (tahun lalu ekonomi Indonesia sudah mengalahkan ekonomi Belanda), dengan APBN yang sudah Rp1.500 triliun, dengan asset BUMN yang Rp3.000 triliun, privatisasi BUMN hanya boleh dilakukan melalui pasar modal.
Saya pun akan terus mendorong BUMN untuk masuk pasar modal. Agar pengelolaan BUMN lebih transparan, lebih terbuka, lebih akuntabel. Siapa tahu, dengan cara ini, kapitalisasi pasar modal kita pun tidak lama lagi sudah bisa mengalahkan Singapura! Kalau bisa paling lambat tahun depan!
Sekarang ini kita tinggal kalah sedikiiiit lagi. Saatnya, di sektor ini pun kita menyalip di tikungan. Kalau kapitalisasi pasar modal kita sudah bisa mengalahkan Singapura tahun depan, sejarah akan terus berbalik. Satu per satu. Tidak bisa ditahan lagi. Ekonomi Indonesia berlari kencang. Lupakan politik. Kita kejar harga diri kita!
Kejadian 13 kapal yang antre semen, telah berbicara banyak mengenai gambaran negara kita ke depan!(*)
Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Pilihan baru: Live TV subsidi atau e-BBM | panorama copy

Meski DPR sudah memberikan izin dengan ketentuan tertentu untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pemerintah tidak akan begitu saja menaikkannya.
Demikian juga, meski DPR sudah menaikkan plafon subsidi BBM dari Rp123 triliun ke Rp137 triliun, kami masih terus berdebar apakah nilai tersebut cukup untuk pengadaan BBM bersubsidi sampai akhir Desember 2012.
Jangan-jangan pertengkaran antara Presiden Obama dan Iran terus meningkat, sehingga harga minyak mentah dunia terus membumbung. Akibatnya angka subsidi yang sudah sebesar "gajah bengkak" itu masih belum cukup.
Maka sambil memikirkan apakah harus menaikkan harga BBM atau melakukan konversi ke gas, atau melakukan pembatasan, atau cara-cara lainnya, sebaiknya kami memperbanyak doa: semoga Obama segera mencium pipi Ayatullah Khamenei. Semoga AS segera rukun dengan Iran.
Semoga Obama segera mencabut ancamannya menyerang Iran. Dan Iran mencabut ancamannya menutup Selat Hormuz yang menjadi pintu keluar minyak mentah dari Arab Saudi, Kuwait, Emirat, Bahrain, Qatar, Irak, dan Iran sendiri itu.
BUMN sendiri akan mengajukan usul kalau saja pemerintah memutuskan melakukan pembatasan BBM. Caranya sangat modern, tepat guna dan sulit dimanupilasi oleh yang tidak berhak. Basisnya menggunakan teknologi informasi yang canggih.
Selama ini, ide pembatasan BBM sulit dilaksanakan karena caranya dirancang sangat tradisional yang sulit dikontrol. Misalnya menggunakan stiker. Mobil-mobil yang layak disubsidi ditempeli stiker. Rasanya memang akan banyak persoalan dengan cara ini.
Yang BUMN akan usulkan adalah: setiap mobil yang layak disubsidi dipasangi peralatan elektronik untuk kartu e-BBM. Para pemilik mobil bisa meminta peralatan tersebut dengan cara menunjukkan BPKB dan kartu tanda penduduk (KTP). Data pokok dimasukkan dalam e-BBM.
Misalnya berapa cc mobil tersebut, tahun berapa, dan siapa pemiliknya. Dan yang paling penting: kartu itu akan memuat data berapa jatah BBM bersubsidi yang pantas diberikan kepadanya. Misalnya 300 liter per bulan untuk mobil kelas 1.300 cc.
Peralatan ini ditaruh di "dashboard" mobil untuk memudahkan nanti kalau mau mengisi bensin. Di setiap SPBU akan dilengkapi mesin "reader" yang bisa membaca kartu e-BBM. Kalau Anda ingin membeli bensin bersubsidi, Anda tinggal menyerahkan kartu e-BBM. Petugas SPBU memasukkan e-BBM ke reader.
Saat itulah diketahui apakah Anda layak menerima subsidi. Kalau pun layak, masih akan terbaca apakah jatah BBM bersubsidi Anda bulan ini masih berapa liter.
Yang tidak memiliki kartu ini, dan yang jatah subsidi bulanannya sudah habis, harus membayar BBM dengan harga lebih tinggi. Masih disubsidi juga, tapi subsidinya lebih kecil.
Salah satu BUMN yang selama ini bergerak di bidang elektronik akan mampu memproduksi dan menyediakan alat ini. Tentu bekerja sama dengan pemili teknologi yang sudah terbukti andal. Teknologi ini sudah dipakai dengan sukses di Afrika Selatan, Chili, Venezuela, Columbia, dan beberapa negara Amerika Latin.
Memang kira-kira diperlukan dana sekitar Rp4 triliun untuk sekitar 6 juta mobil yang layak disubsidi. Yakni mobil yang cc-nya 1.300 ke bawah, mobil angkutan umum, dan terserah mobil yang seperti apa lagi. Penghematan subsidinya bisa Rp30 triliun. Dan yang penting: subsidi bisa benar-benar tepat sasaran.
Pengerjaannya juga lebih sederhana dibanding konversi gas yang biayanya lebih mahal. Belum lagi, perasaan pemilik mobil yang juga lebih nyaman.
Selama ini, kalau saja diumumkan secara terbuka dan menggunakan layar digital mengenai berapa subsidi yang diberikan kepada pemilik mobil, bisa-bisa akan jadi tontotan tukang bakso yang menarik.
Coba saja setiap mobil yang masuk SPBU ditayangkan secara "live di TV". Setiap selesai isi bensin langsung ditayangkan mobil tersebut menerima subsidi berapa ratus ribu rupiah dari pemerintah.
Katakanlah ada mobil sedan Toyota Altis (1.800 cc) masuk SPBU. Setelah mengisi bensin dengan penuh, langsung ditayangkan bahwa pemilik mobil tersebut baru saja menerima subsidi dari pemerintah sebesar Rp120.000.
Pasti para pedagang bakso, mie dorong, dan para penganggur akan asyik menonton "live TV". Mereka akan bergerombol di depan TV melihat dan menghitung deretan mobil yang masuk SPBU. Dengan asyiknya mereka menyaksikan para pemilik mobil tersebut masing-masing mendapat bantuan berapa ratus ribu rupiah dari pemerintah.
Mereka akan asyik bergerombol menonton "live TV" sambil membayangkan begitu mudah orang mendapat bantuan pemerintah sebesar Rp120.000 hanya dengan syarat harus memiliki mobil Toyota Altis. Sedang dirinya yang hanya bisa berjualan bakso dan nasi goreng dorong, tidak bisa mendapat bantuan seperti itu hanya karena tidak memiliki sedan Toyota Altis.
Meski mereka itu penjual bakso, nasi goreng, mie dorong, pedagang sayur keliling, dan para penganggur tapi mereka bukan orang bodoh. Mereka bisa berhitung. Mereka juga akan menonton "live TV" sambil mengingat (niteni) berapa kali sebulan Toyota Altis tersebut masuk SPBU.
Mereka pun bisa berhitung bahwa pemilik sedan Toyota Altis atau pemilik mobil apa pun yang sejenis menerima bantuan pemerintah melalui subsidi BBM sebesar Rp480.000/bulan. Alias menerima bantuan pemerintah Rp 5.000.000/tahun!
Kalau saja setiap mobil yang masuk SPBU disiarkan "live TV" dan diperlihatkan nomor mobilnya lalu disebutkan bahwa mobil ini telah menerima bantuan pemerintah Rp5 juta/tahun, maka rasanya tidak akan ada tontotan yang ratingnya lebih tinggi dari "live show" ini. Orang-orang miskin akan asyik menonton untuk memimpikan sesuatu dan mimpi itu adalah hiburan satu-satunya bagi mereka.
Maka setelah heboh-heboh BBM berlalu kita punya waktu untuk memilih: akan menyelenggarakan program "live TV", atau melakukan pembatasan, atau konversi ke gas, atau menaikkan harga BBM.
Atau cara yang lain lagi yang belum terpikirkan. Tentu bicara terus juga tidak ada hasil nyatanya. Sambil menunggu pilihan yang tepat, saya tetap akan meminta salah satu BUMN untuk menyiapkan diri: siapa tahu pembatasan BBM model e-BBM tadi bisa dipilih.
Dengan sekali pengeluaran Rp4 triliun bisa menghemat sedikitnya Rp30 triliun/tahun.
Tentu, jangan lupa Putra Petir.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah memanggil rektor-rektor universitas besar untuk mempersiapkan mobil listrik nasional ini. Para rektor itu (Rektor UGM, Rektor ITS, Rektor UI, dan Rektor ITB) secara mengejutkan menyampaikan kepada Presiden bahwa konsep mobil listrik nasional ini sudah terwujud.
Presiden tidak menyangka kalau para rektor begitu antusias dan begitu konkret menyambut gagasan mobil listrik nasional ini.
Gerakan mobil listrik kini memang menggema di seluruh dunia. Bahkan harian New York Times dan International Herald Tribune edisi bulan lalu mengulasnya secara panjang. Kepercayaan masyarakat juga sudah tinggi.
Terbukti konsumen di Amerika Serikat sudah antre menaruh uang muka untuk membeli mobil listrik ke salah satu perusahaan pioneer di sana.
Obama memang serius dalam program pengurangan ketergantuangan kepada minyak. Apakah ini juga pertanda dia tidak akan mau mencium pipi Ayatullah Khamenei? Dan kita terus tersikasa BBM karenanya?.(*)
Dahlan Iskan
Menteri BUMN